Tanggal : 2013-02-15 | Waktu : 01:26:04

KEPUTUSAN REKTOR IAIN SUMATERA UTARA

Nomor 264 Tahun 2012

TENTANG

TATA TERTIB MAHASISWA IAIN SUMATERA UTARA

 

REKTOR IAIN SUMATERA UTARA

 

Menimbang       : 1.  bahwa dalam rangka mendukung tercapainya tujan pendidikan nasional dan tujuan pendidikan di IAIN Sumatera Utara;

                            2.  bahwa untuk menciptakan suasana yang lebih tertib dan religius di kampus, sehingga tercapainya iklim yang kondusif bagi pelaksanaan pembelajaran di kampus;

                            3.  bahwa untuk menghindarkan terjadinya sikap-sikap mahasiswa IAINSumatera Utara yang tidak sesuai dengan tuntunan ajaran Islam dan kepribadian bangsa lndonesia;

                            4.  bahwa perlu diterbitkan Keputusan Rektor IAIN Sumatera Utara tentang Tata Tertib Mahasiswa IAIN Sumatera Utara;

Mengingat         : 1.  Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

                            2.  Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi;

                            3.  Peraturan Pemerintah Nomor: 17 Tahun 2010 tentang Regulasi dan Penyelenggaraan Pendidikan;

                            4.  Keputusan Presiden RI Nomor 86/M Tahun 2009 tentang Pengangkatan Rektor IAIN Sumatera Utara;

                            5.  Keputusan Menteri Agama RI Nomor 97 Tahun 1973 tentang Peresmian IAIN Sumatera Utara;

                            6.  Keputusan Menteri Agama RI Nomor 395 Tahun 1993 tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN Sumatera Utara;

                            7.  Keputusan Menteri Agama RI Nomor 36 Tahun 2008 tentang Statuta IAIN Sumatera Utara;

                            8.  Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI Nomor Dj.1/253/2007 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan perguruan Tinggi Agama Islam;

                            9.  Keputusan Rektor IAIN Sumatera Utara Nomor 69 Tahun 2000 tentang pedoman Organisasi dan Kemahasiswaan di Lingkungan IAIN Sumatera Utara;

                            10.Keputusan Rektor IAIN Sumatera Utara Nomor 328 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Undang-Undang Kemahasiswaan IAIN Sumatera Utara;

                            11.Petunjuk Pelaksanaan Organisasi Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Islam PTAI, Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Tahun 2011;

Memperhatikan   :    1.            Hasil Lokakarya Tata Tertib Mahasiswa dan Etika Akademik IAIN Sumatera Utara pada tanggal 31 Maret 2004, yang dihadiri unsur pimpinan IAIN Sumatera Utara dan fungsionaris lembaga mahasiswa IAIN Sumatera Utara;

                            2.  Hasil Lokakarya Pimpinan Perguruan Tinggi Agama Islam Bidang Kemahasiswaan yang berlangsung mulai tanggal 28-30 Mei 2009 di Palangkaraya tentang Panduan Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI);

                            3.  Hasil Rapat Komisi I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Senat IAIN SU, tanggal 21 Maret 2011;

                            4.  Hasil Rapat Komisi Disiplin Mahasiswa IAIN Sumatera Utara, tanggal 30 Mei 2012;

 

MEMUTUSKAN

 

Menetapkan      : KEPUTUSAN REKTOR IAIN SUMATERA UTARA TENTANG TATA TERTIB MAHASISWA IAIN SUMATERA UTARA.

 

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1

Dalam Keputusan iniyang dimaksud dengan:

  1. Tata Tertib adalah aturan-aturan tentang hak, kewajiban, larangan, pelanggaran, penghargaan dan pemberian hadiah serta sanksi bagi mahasiswa IAIN Sumatera Utara.
  2. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar di IAIN Sumatera Utara.
  3. Hak adalah sesuatu yang seharusnya diterima mahasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  4. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  5. Pelanggaran tata tertib adalah setiap perkataan, perbuatan, sikap, perilaku, dan cara berbusana mahasiswa yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.
  6. Sanksi adalah akibat hukum yang dikenakan kepada mahasiswa karena melanggar ketentuan yang berlaku.
  7. Pihak yang berwenang memberikan sanksi adalah Dosen, Ketua Jurusan/Program Studi, Dekan, Direktur Pascasarjana dan Rektor IAIN Sumatera Utara.
  8. Lembaga Kemahasiswaan adalah organisasi kemahasiswaan intra IAIN Sumatera Utara sebagaimana diatur dalam Statuta IAIN Sumatera Utara.
  9. Rektor adalah pimpinan tertinggi di IAIN Sumatera Utara.
  10. Dekan adalah pimpinan fakultas di lingkungan IAIN Sumatera Utara.
  11. Ketua Jurusan/Program Studi adalah pimpinan Jurusan/Program Studi yang ada dilingkungan IAIN Sumatera Utara.
  12. Komisi Disiptiin (Komdis) Mahasiswa IAIN Sumatera Utara terdiri dari Rektor, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kepala Biro AUAK, Kabag Akademik dan Kemahasiswaan, Kasubbang Administrasi Kemahasiswaan Biro AUAK IAIN Sumatera Utara dan Dosen yang di usulkan olen Dekan Fakultas yang mempunyai kualifikasi untuk menjadi Komisi Disiplin (Komdis) Mahasiswa IAIN Sumatera Utara.
  13. Dosen adalah tenaga pendidik pada IAIN Sumatera Utara yang khusus diangkat dengan tugas utama bidang pendidikan.
  14. Pegawai/Karyawan adalah tenaga administratif yang diangkat dengan surat keputusan khusus untuk menangani tugas-tugas administrasi.
  15. Kebebasan Akademik adalah kebebasan yang dimiliki anggota civitas akademika untuk melaksanakan sesuatu yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi secara bertanggung jawab dan mandiri, sesuai dengan norma dan kaidah keilmuan yang berlaku.

 

BAB II

TUJUAN DAN FUNGSI

 

Pasal 2

Tujuan dan fungsi tata tertib ini adalah:

  1. Menjamin tegaknya Tata Tertib mahasiswa untuk terciptanya suasana kampus yang kondusif di IAIN Sumatera Utara.
  2. Menjadi pedoman bagi mahasiswa IAIN Sumatera Utara dalam mengetahui tentang hak, kewajiban, larangan, penghargaan, dan sanksi yang berlaku di lingkungan IAIN Sumatera Utara.

 

BAB III

HAK DAN KEWAJIBAN MAHASISWA

 

Pasal 3

Setiap mahasiswa IAIN Sumatera Utara berhak untuk:

  1. Memperoleh pendidikan, pengajaran, dan pengarahan dari pimpinan, dan dosen dalam pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan kaidah keislaman, etika, susila dan tata tertib yang berlaku.
  2. Menggunakan dan mengembangkan ,kebebasan akademik secara bertanggung jawab guna mendalami ilmu agama Islam dan ilmu pengetahuan lain yang sesuai dengan peraturan yang berlaku pada IAIN Sumatera Utara.
  3. Memperoleh penghargaan atas prestasi yang dicapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  4. Menyampaikan aspirasi dan pendapat, baik secara lisan dan/atau tulisan secara etis dan bertanggung jawab.
  5. Memperoleh pelayanan yang layak di bidang akademik, administrasi, pengembangan penalaran, minat, bakat, dan kesejahteraan.
  6. Memanfaatkan sarana dan prasarana IAIN Sumatera Utara dalam rangka penyelenggaraan kegiatan akademik dan non akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Pasal 4

Setiap Mahasiswa IAIN Sumatera Utara berkewajiban:

  1. Menjunjung tinggi dan mengamalkan ajaran Islam.
  2. Menghormati, menghargai, bersikap sopan dan berakhlak mulia terhadap sesama mahasiswa.
  3. Menjaga kewibawaan dan nama baik almamater.
  4. Memelihara hubungan yang harmonis dalam bermasyarakat.
  5. Berpakaian sopan, rapi, bersih, dan menutup aurat.
  6. Memberitahukan dan berkordinasi kepada pihak pimpinan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan.
  7. Mengembangkan budaya akademik secara bertanggung jawab.
  8. Memelihara sarana dan prasarana, menjaga kebersihan, ketertiban dan keamanan serta menjaga barang inventaris IAIN Sumatera Utara yang dipakai, dan diwajibkan membuat permohonan izin pemakaian fasilitas yang diperlukan.

 

BAB IV

LARANGAN

 

Pasal 5

Setiap mahasiswa IAIN Sumatera Utara dilarang:

  1. Masuk ruangan kuliah terlambat, tanpa izin dan tanpa mengucapkan salam, mengobrol dalam ruangan saat perkuliahan sedang berlangsung, dan/atau duduk berdampingan laki-laki dengan perempuan, serta membawa catatan dan menyontek ketika ujian berlangsung.
  2. Menggunakan kantor sekretariat organisasi kemahasiswaan di luar batas yang telah ditetapkan, yaitu pukul 08.00-18.00 WIB.
  3. Memasak, mencuci, menjemur pakaian, dan aktivitas rumah tangga lainnya, serta menempelkan brosur-brosur di sembarang tempat.
  4. Melakukan aksi/demonstrasi sebelum memberitahukan secara tertulis kepada Pimpinan IAIN SU minimal 3 hari sebelum aksi.
  5. Melakukan aksi/demonstrasi pada hari Jum'at.
  6. Melakukan tindakan anarkis, membakar (ban) dan merusak barang inventaris IAIN Sumatera Utara dan pada event-event resmidi IAIN Sumatera Utara.
  7. Memakai kaos, celana/baju jeans, celana pendek, kain sarung, sandal, topi (pet) kecuali pakaian khusus pada acara tertentu, bertato, memakai pakaian yang sobek, memungsikan sepatu menjadi sandal.
  8. Berambut panjang, memakai anting, kalung, gelang (khusus laki-laki).
  9. Pakaian ketat dan transparan, rok pendek, baju pendek, tanpa jilbab (khusus perempuan).
  10. Berkenderaan ngebut, boncengan lebih dari dua orang, membuka saringan knalpot sehingga mengakibatkan kebisingan dan mengganggu ketenangan serta kenyamanan kegiatan akademik, serta meletakkan kendaraan tidak di tempat parkir yang telah ditentukan.
  11. Mengucapkan kata-kata kotor, menghina dan memukul pimpinan IAIN SU.
  12. Melakukan tindakan anarkis, membakar (ban) dan merusak barang inventaris IAIN SU.
  13. Melakukan kecurangan akademik dalam bentuk plagiat, praktek perjokian, memalsukan nilai, tanda tangan dan surat keterangan yang berkaitan dengan kegiatan akademik, administrasi maupun kemahasiswaan.
  14. Melakukan tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam dan nilai-nilai moral serta susila, seperti: membunuh, merampok, mencuri, meminum-minuman keras, menggunakan dan/atau melakukan transaksi jual beli narkoba, berbuat zina, tidak melaksanakan sholat, tidak menjalankan puasa Ramadhan, tindakan anarkis dan kriminal dan perbuatan tercela lainnya seperti mengucapkan kata-kata kotor dan penghinaan kepada Pimpinan dan Dosen serta pegawai IAIN sumatera Utara.

 

BAB V

PELANGGARAN

 

Pasal 6

Pelanggaran dalam tata tertib ini ada tiga macam, yaitu:

  1. Pelanggaran ringan, adalah pelanggaran terhadap tata tertib yang berlaku dan menimbulkan kerugian moral bagi IAIN Sumatera Utara, mencakup:
    1. Masuk ruangan kuliah terlambat, tanpa izin dan tanpa mengucapkan salam, mengobrol dalam ruangan saat perkuliahan sedang berlangsung, dan/atau duduk berdampingan laki-laki dengan perempuan, serta membawa catatan dan menyontek ketika ujian berlangsung.
    2. Menggunakan kantor sekretariat organisasi kemahasiswaan di luar batas yang telah ditetapkan, yaitu pukul 08.00-18.00 WIB.
    3. Memasak, mencuci, menjemur pakaian, dan aktivitas rumah tangga lainnya, serta menempelkan brosur-brosur di sembarang tempat.
    4. Melakukan aksi/demonstrasi sebelum memberitahukan secara tertulis kepada Pimpinan IAIN-SU minimal 3 hari sebelum aksi.
    5. Melakukan aksi/demonstrasi pada hari Jum'at.
    6. Memakai kaos, celana/baju jeans, celana pendek, kain sarung, sandal, topi (pet), kecuali pakaian khusus pada acara tertentu, bertato, memakai pakaian yang sobek, memungsikan sepatu menjadi sandal.
    7. Berambut panjang, memakai anting, kalung, gelang (khusus laki-laki).
    8. Pakaian ketat dan transparan, rok pendek, baju pendek, tanpa jilbab (khusus perempuan).
    9. Berkenderaan ngebut, boncengan lebih dari dua orang, membuka saringan knalpot sehingga mengakibatkan kebisingan dan mengganggu ketenangan serta kenyamanan kegiatan akademik, serta meletakkan kendaraan tidak di tempat parkir yang telah ditentukan.
  2. Pelanggaran sedang, adalah melakukan pelanggaran ringan berulang-ulang setelah mendapat peringatan.
  3. Pelanggaran berat, adalah pelanggaran terhadap tata tertib, peraturan, dan perundang-undangan yang berlaku yang mendatangkan kerugian moril dan material bagi IAIN Sumatera Utara, serta tidak dapat ditolerir lagi oleh Pimpinan IAIN Sumatera Utara, mencakup:
  1. Melakukan kecurangan akademik dalam bentuk plagiat, praktek perjokian, memalsukan nilai, tanda tangan dan surat keterangan yang berkaitan dengan kegiatan akademik, administrasi maupun kemahasiswaan.
  2. Tidak melaksanakan shalat dan tidak menjalankan puasa pada bulan Ramadhan.
  3. Mengucapkan kata-kata kotor dan penghinaan kepada pimpinan dan dosen, pegawai/karyawan dan sesama mahasiswa IAIN -SU.
  4. Melakukan tindakan anarkis, membakar (ban) dan merusak barang inventaris IAIN Sumatera Utara dan pada event event resmi di IAIN Sumatera Utara.
  5. Melakukan tidakan pidana (membunuh, merampok, mencuri, mengelapkan, meminum-minuman keras, berjudi, berzina dan menggunakan atau melakukan transaksi narkoba).
  6. Tidak dapat mempertanggungjwabkan anggaran/dana yang telah diberikan IAIN Sumatera Utara sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

 

BAB VI

SANKSI

 

Pasal 7

Sanksi terhadap pelanggaran tata tertib ini ditetapkan sebagai berikut:

  1. Sanksi Ringan:
  1. Teguran lisan.
  2. Teguran tulisan.
  3. Dikeluarkan dari kegiatan pelayanan mahasiswa administrasi dan akademik selama 1 (satu) semester.
  4. Membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi pelanggaran serupa, yang ditandatangani oleh orang tua/wali mahasiswa.
  5. Gabungan poin a, b, c, dan d.
  1. Sanksi Sedang:
  1. Pencabutan hak mengikuti semua kegiatan akademik selama 2 (dua) semester.
  2. Pembatalan hasil ujian untuk mata kuliah tertentu, atau seluruh mata kuliah dalam 2 (dua) semester.
  3. Penangguhan penyerahan ijazah/transkrip nilai dan/atau skorsing selama dua semester.
  4. Gabungan poin a, b dan c.
  1. Sanksi Berat:
  1. Pemberhentian dari status sebagai mahasiswa IAIN Sumatera Utara.
  2. Pencabutan gelar akademik.
  3. Melaporkan kepada pihak yang berwajib (POLRI), untuk diberikan tindakan dan hukuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

BAB VII

PIHAK YANG BERWENANG MENJATUHKAN SANKSI

 

Pasal 8

Pihak yang berwenang menjatuhkan sanksi adalah:

  1. Dosen, Ketua Jurusan/Program Studi, Dekan Fakultas dan Direktur Pascasarjana untuk sanksi ringan dan sedang.
  2. Rektor untuk sanksi berat.

 

 

BAB VIII

TATA CARA PEMBERIAN SANKSI

 

Pasal 9

Sanksi dijatuhkan apabila:

  1. Ditemukan pelanggaran.
  2. Ada bukti-bukti yang sah dan meyakinkan.
  3. Setelah dilakukan pemeriksaan.
  4. Penjatuhan sanksi: Sedang dan Berat dilakukan dengan Surat Keputusan Pimpinan IAIN Sumatera Utara.

 

BAB IX

PERLINDUNGAN SAKSI PELAPOR, DAN PEMBELAAN

 

Pasal 10

Saksi pelapor berhak mendapatkan perlindungan keamanan dan keselamatan dari pihak IAIN Sumatera Utara.

 

Pasal 11

  1. Mahasiswa yang dinyatakan melanggar tata tertib dapat mengajukan pembelaan diri dengan cara mengajukan surat keberatan kepada pihak yang menjatuhkan sanksi.
  2. Mahasiswa berhak mengajukan banding kepada pimpinan yang lebih tinggi.

 

BAB X

PENUTUP

 

Pasal 12

  1. Dengan diberlakukannya Tata Tertib Mahasiswa IAIN Sumatera Utara ini, maka segala peraturan dan ketentuan yang mengatur masalah ini sebelumnya dinyatakan tidak berlaku.
  2. Tata Tertib Mahasiswa IAIN Sumatera Utara berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di   : Medan

Pada tanggal    : 30 Mei 2012

 

Rektor

 

 

Prof. Dr. Nur A. Fadhil Lubis, MA.

NIP. 19541117 198503 1 004

Tembusan:

  1. Menteri Agama RI Jakarta
  2. Sekjen Kementerian Agama RI Jakarta
  3. Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Jakarta
  4. Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI Jakarta
  5. Rektor UIN/IAIN dan Ketua STAIN se Indonesia
  6. Para Dekan Fakultas dalam lingkungan IAIN Sumatera Utara Medan.
  7. Direktur Program Pascasarjana IAIN Sumatera Utara Medan
  8. Ketua Lembaga-Lembaga dan Organisasi Mahasiswa di IAIN Sumatera Utara Medan.